Alur.id
    Berita    Detail Article

Sosialisasi Program MBG Bersama Warga, Mahasiswa, dan Aktivis di Makassar

DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) sosialisasi Makan Bergizi Gratis di Makassar. (Foto: Dok. DPR)

Makassar - DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) gelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama warga, mahasiswa, dan aktivis pada Minggu, 23 Februari 2025.

Program ini resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 lalu dan secara bertahap akan menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

Kegiatan sosialisasi yang diikuti oleh 300-an peserta ini dilaksanakan di Vaan In Sky, Kecamatan Mariso, Kota Makassar. Peserta yang menghadiri kegiatan ini ada dosen, mahasiswa, aktivis, pengusaha, dan juga ormas islam.

Acara sosialisasi ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi, dan perwakilan Tenaga Ahli Utama BGN Ikeu Tanziha.

Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi menjelaskan bahwa BGN merupakan badan yang ditunjuk pemerintah untuk menjalankan dan mengawasi program MBG.

“Program Makan Bergizi Gratis tujuannya dalam rangka untuk peningkatan sumber daya manusia. Ketika SDM sudah mengalami peningkatan, maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Ashabul Kahfi.

Sejatinya program MBG bukan hanya diselenggarakan di Indonesia saja, ada kurang lebih 10 negara, bahkan Amerika juga menjalankan MBG, India, Inggris, Etiopia dengan nama yang berbeda-beda. Tujuannya adalah pemenuhan gizi warganegaranya.

“Sudah ada 418 juta rakyat yang mendapatkan asupan makan bergizi gratis di dunia. Di Indonesia tahun ini targetnya 17.890.000 untuk tahun 2025. Target Bulan Maret 2 juta, bulan Mei 5 juta,” papar Ashabul.

Adapun sasaran program Makan Bergizi Gratis yang pertama anak usia di bawah lima tahun, karena ini masa kritis pertumbuhan anak, ketika anak dapat kurang gizi, maka ke depannya akan kesulitan gizi.

Kedua, semua jenjang pendidikan dari SD - SMA, sekolah yang sederajat, akan disasar tentu dengan cara bertahap. Karena untuk melayani 18 juta secara bersamaan tidak mudah.

“Program Makan Bergizi Gratis itu sebenarnya sederhana, nasi, telor, ayam, sayur, buah, tapi karena porsi yang banyak, satu dapur 3.000 penerima, butuh ada modal, ada pengawasan dari ahli gizi, chef, dll. Satu SPPG sekitar 50 orang yang bekerja dengan waktu shift-shift-an,” ungkapnya.

Sasaran yang ketiga yakni ibu hamil, karena harus mendapatkan asupan gizi agar anak tidak lahir prematur, termasuk ibu menyusui.

Program Makan Bergizi Gratis ini program mulia, dalam rangka melahirkan generasi cerdas dan sehat. Sebab, anak yang cerdas dan sehat memiliki kapasitas dan kemampuan kompetitif.

Ashabul Kahfi, juga menilai dengan adanya program MBG ini Indonesia akan mengalami mengalami bonus demografis.

“Kalo orang Indonesia nikah, 9 bulan udah ada undangan aqiqahan. Kita memiliki angka penduduk produktif, 60%. 2030 nanti surplus bonus demografis. Bonus demografis ibarat pisau bermata dua, kalau kualitas SDM bagus maka akan bagus, tapi usia produktif tanpa ada kemampuan, maka akan bermasalah, sulit bersaing, jadi pengangguran, beban sosial,” jelas Ashabul.

Lebih lanjut, Ashabul juga menjelaskan bahwa keberhasilan seseorang tidak semua ditentukan IQ seseorang, kecerdasan emosional sangat memengaruhi, karena ada motivasi dan semangat.

“Program Makan Bergizi Gratis ini untuk peningkatan SDM. Banyak negara maju tapi tidak memiliki SDA, akan tetapi mereka punya SDM yang berkualitas yang bisa memajukan negaranya,” tukasnya.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming Raka.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan gizi masyarakat terutama anak dan ibu, serta mengurangi angka stunting dan malnutrisi.

Program ini tidak hanya memberi makan anak paud, anak sekolah, ibu hamil, ibu meyusui, tapi juga dalam rangka menggerakkan ekonomi UMKM.

Karena diharapkan bahan baku dari MBG ini distok melalui UMKM-UMKM, sehingga ekonomi bergerak di sektor bawah, ini ada ekosistem ekonomi, yang akan menggerakkan petani, nelayan, peternak.

Sulawesi selatan target 2 juta yang dikasih makan, di Panakkukang 36.000 dikasih makan, berapa buah, beras, lauk-pauk, sayur yang mereka butuhkan.

Anak-anak kekurangan gizi masih sangat tinggi. Di Asia Tenggara, Indonesia itu urutan kedua. 4,7 juta orang yang mengalami gagal gizi. Maka kita dukung Pak Prabowo, program yang mulia, baru dilantik program ini bisa langsung dilaksanakan.

Orang demo kita sikapi dengan bijak, seperti pernyataan #kaburajadulu adalah orang-orang kelas menengah yang bisa dapet akses bekerja di luar negeri. Kalau kita memiliki SDM yang terampil, maka lowongan pekerjaan akan terbuka dimana-mana. []