Alur.id
    Berita    Detail Article

DPR RI dan BGN Kembali Sosialisasi Makan Bergizi Gratis di Kota Makassar

Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi, serta perwakilan Badan Gizi Nasional Ikeu Tanziha sosialisasi Makan Bergizi Gratis di Makassar. (Foto: Dok. DPR RI)

Makassar - Sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir di Kota Makassar pada Jumat, 21 Februari 2025.

Program Makan Bergizi Gratis ini merupakan salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan gizi dan mengurangi angka stunting di masyarakat.

DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan sosialisasi ini dengan mengangkat tema ‘Bersama Mewujudkan Gizi Berkualitas untuk Generasi Sehat Indonesia.

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi, serta perwakilan Badan Gizi Nasional Ikeu Tanziha.

Anggota Komisi IX DPR RI, Ashabul Kahfi menjelaskan mengenai program Makan Bergizi Gratis yang secara resmi sudah dilaunching pada 6 Januari 2025 lalu.

“Sudah melakukan uji coba 2 bulan, hampir seratus hari. Dari data yang ada, sudah ada 574 dapur yang beroperasi di kabupaten dan kota di indonesia, dari target 5000 dapur tahun ini. Tiap dapur akan menjangkau 3.000 – 3.500 calon penerima,” tutur Ashabul Kahfi.

Lebih lanjut, Ashabul juga menerangkan kepada para peserta bahwa tujuan Utama Program Makan Bergizi Gratis ini adalah dalam rangka meningkatkan SDM.

“Malnutrisi atau stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 4,7 juta anak yang mengalami stunting di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah karena masih kurangnya asupan gizi terhadap anak dan ibu hamil, ibu menyusui serta balita,” terangnya.

Sasaran program Makan Bergizi Gratis yaitu anak PAUD hingga siswa SMA, ibu hamil, balita, dan ibu menyusui ini akan disasar secara bertahap.

Jumlah targetnya mencapai 82 juta, jumlah yang cukup besar dan membutuhkan budget yang besar pula.

Ashabul Kahfi mengungkapkan bahwa Indonesia bisa mencontoh beberapa negara di luar untuk menjadi lebih baik dalam penerapan MBG. Pemerintah akan membuat pemerataan tanpa mengenal strata ekonomi.

“Sebagai contoh program Makan Bergizi Gratis di Inggris kurang maksimal karena program MBG di sana hanya untuk orang yang tidak mampu, jadi ketika penerima mengambil makanan orang sekitar melihat dia kurang mampu, jadi ada faktor psikologis, sehingga besok-besok dia tidak mau ambil lagi,” paparnya.

Di beberapa negara, program ini sudah menunjukkan keberhasilan, seperti Etiopia dan beberapa negara di Eropa. Dari 10 negara sudah menyasar 418 juta siswa.

“Negara Etiopia negara miskin, tapi mampu membuat progam MBG. Dengan program ini berhasil, menjadi pertumbuhan fisik yang signifikan, badan jadi tinggi semua, berat badan naik, rajin ke sekolah yang tadinya malas-malas karena ada makanan di sekolah jadi rajin, konsentrasi jadi meningkat,” tambah Ashabul.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

SPPG merupakan dapur umum yang memproduksi makanan bergizi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Satu SPPG akan melayani 3.000-3.500 penerima manfaat dan menyiapkan 3.000-3.500 porsi makanan.

“Untuk wilayah Sulawesi Selatan baru ada 12 dapur yang beroperasi. Minggu lalu 247 dapur sekarang 500 dapur. Ada yang dibuat oleh BGN ada yang melalui kemitraan,” ucap Ashabul.

Dengan adanya SPPG ini, program MBG juga dapat menggerakkan perekonomian di desa.

“Bayangkan saja tiap dapur 40 orang. Penghematan prabowo bentuk kepedulian kepada masyarakat, karena yang dipotong adalah biaya operasional para pejabat,” tutup Ashabul Kahfi.

Data per 22 Januari 2025 lalu sudah terbentuk 245 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG yang tersebar di 38 provinsi.

Dengan begitu Badan Gizi Nasional secara bertahap akan mendirikan 30 ribu Dapur MBG di seluruh Indonesia. []